Zorro Khan

Anemia Megaloblastik akibat gangguan sintesis DNA (patofis)

In ILMU dasar medis!! on 02/07/2009 at 16:45

Beberapa bentuk anemia didapat akibat gangguan pada absorbsi/penyerapan atau metabolisme folat atau kobalamin (Vit. B12). Akibatnya, sintesis DNA akan dihambat dan siklus sel menjadi diperlambat selama eritropoiesis. Namun, sintesis hemoglobin di sitoplasma berlangsung terus dan tidak mengalami perubahan sehingga ukuran eritroblast membesar (megaloblast) serta menjadi terlal besar, dan eritrosit yang oval akan masuk ke dalam darah (megalosit; MCV>100 fL). Pembentukan granulosit dan megakariosit juga terganggu. Di samping penundaan proliferasi, anemia juga dicetuskan oleh kerusakan dini megaloblast di sumsum tulang (peningkatan eritropoiesis yang tidak efisien) dan juga karena pemendekan masa hidup megalosit yang masuk ke dalam darah (hemolisis dini).

 

Folat. Metabolit folat N5, N10 –metilen-tetrahidrofolat diperlukan untuk sintesis deoksitimidilat, merupakan satu-satunya sumber timin, yang selanjutnya diperlukan untuk sintesis DNA. Jadi, defisiensi folat akan menghambat sintesis DNA. Defisiensi folat terutama mempengaruhi kecepatan pembentukan pada sel yang berproliferasi cepat, misalnya pada eritropoiesis dan pembentukan tumor. Kebutuhan folat selama 2-4 bulan disimpan dihati. Folat banyak ditemukan di dalam makanan dalam bentuk pteroilpoliglutamat; residu glutamate yang berlebihan harus terlebih dahulu dipecahkan sebelum dapat diserap di usus halus bagian atas dalam bentuk pteroilmonoglutamat. N5 metiltetrahidrofolat merupakan substrat untuk pembentukan tetrahidrofolat, yang selanjutnya dibentuk di mukosa usus halus. Pada tahap ini, metil-kobalamin sangat diperlukan. Dari tetrahidrofolat akan terbentuk N5, N10 –metiltetrahidrofolat, dan bersama dengan deoksiuridilat akan dimetabolisme melalui kerja timidilat-sintase menjadi deoksitimidilat dan 7,8-dihidrofolat. Akhirnya, tetrahidrofolat yang digunakan akan terbentuk kembali dari 7-8-dihidrofolat.

 

 Gangguan absorbsi atau metabolisme folat berikut ini akan menghambat sintesis DNA, dan juga eritropoiesis:

– Asupan folat yang terlalu sedikit dari makanan (<50 miu gram/hari, pemasakan yang lama merusak folat)  

– Kebutuhan yang meningkat (kehamilan)

– Malabsorpsi, misalnya penyakit usus halus, atau penghambatan pembawa folat oleh metotreksat

– Defisiensi kobalamin

– Penghambatan timidilat sintase oleh metabolisme fluorourasil, yaitu fluordeoksiuridilat;

– Penghambatan dihidrofolat reduktase oleh aminopterin atau metotreksat, yang afinitasnya terhadap enzim 100 kali lebih tinggi daripada substrat alami 7,8-dihidrofolat.

 

Karena penghambatan metabolisme folat juga menghentikan pertumbuhan tumor, obat-obatan fluorourasil, metotreksat, dan aminopterin digunakan sebagai kemoterapi sitostatik, Efek sampingnya terhadap eritropoiesis biasanya tidak diharapkan sehingga dosisnya seringkali dibatasi.

 

Kobalamin (vitamin B12) pada manusia harus diambil dari makanan (kebutuhan: 3-5 miu gram/hari). Sekitar seribu kali dari jumlah tersebut disimpan di dalam hati. Kobalamin terikat oleh protein yang berbeda dan diangkut ke dalam tubuh dari makanan ke tempat kerjanya, dalam bentuk metilkobalamin yang berperan sebagai koenzim demetilasi N5-metiltetrahidrofolat. Penyebab defisiensi kobalamin yang mungkin adalah

– Asupan yang sangat kurang (misalnya, diet vegetarian yang ketat)

– Defisiensi faktor intrinsik (IF) (pada gastritis atrofi, dll): IF diperlukan untuk pengikatan dan absorbsi kobalamin. IF di lumen usus halus akan dilepaskan dari ikatannya dengan protein saliva;

– Persaingan untuk kobalamin dan pemecahan IF oleh bakteri (blind-loop syndrome), atau cacing pita yang besar di lumen usus;

– Kehilangan (congenital, setelah reseksi) atau peradangan ileum terminalis, yaitu pada tempat penyerapan kobalamin

– Kelainan transkobalamin II(TC II), yang berperan untuk transport kobalamin di plasma dan pengambilannya di dalam sel.

 

Oleh karena besarnya cadangan kobalamin di hati, munculnya gejala defisiensi kobalamin (anemia pernisiosa, gangguan neurologist) hanya terjadi setelah penghentian asupan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: